RESUME
PENGADAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI
Diajukan untuk Memenuhi Ujian Akhir
Semester
dalam Mata Kuliah Sistem Informasi
Manajamen
Disusun Oleh
HANIFAH
3717074
Dosen Pembimbing:
HABIBATUR RIDHAH, MM
MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
BUKITTINGGI
TAHUN 2019 M / 1440 H
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT.
atas semua rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik tanpa adanya halangan yang melanda. Tak lupa sholawat dan salam
tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW. yang telah menyelamatkan kita dari
jalan yang gelap menuju jalan yang terang.
Resume ini dibuat untuk
memenuhi ujian akhir semester mata kuliah sisitem
informasi manajemen. Dalam resume ini akan dibahas
mengenai “ Pengadaan
dan Pengembangan Sistem Informasi” diharapkan
dapat membantu mahasiswa khususnya jurusan Manajemen Bisnis Syariah kelas B
sebagai penambah pengetahuan dan pemahaman tentang pengadaan dan Pengembangan
Sistem Informasi
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam resume ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi
kesempurnaan resume ini.
28
Mei 2019
KAJIAN
TEORI
A. Tahap-Tahap Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem berarti menyusun suatu
sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem yang telah ada. Perlunya
Pengembangan Sistem Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang
lama, permasalahan yang timbul dapat berupa :
1.
Ketidakberesan.
2.
Pertumbuhan
Organisasi.
3.
Untuk meraih
kesempatan (opportunities).
4.
Teknologi
informasi telah berkembang dengan cepatnya.
5.
Adanya instruksi-instruksi
(directives).
. Prinsip
pengembangan sistem yaitu:
1.
Sistem yang
dikembangkan adalah untuk manajemen.
2. Sistem yang
dikembangkan adalah investasi modal, yang mana Investasi modal harus
mempertimbangkan 2 hal :
a.
Semua alternatif
yang ada harus diinvestigasi terlebih dahulu.
b.
Investasi yang
terbaik harus bernilai.
3.
Sistem yang
dikembangkan memerlukan ahli/ orang yang terdidik
4.
Proses
pengembangan sistem tidak harus urut.
5.
Jangan takut
membatalkan proyek.
6.
Dokumentasi
harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.
Siklus utama Pengembangan Sistem terdiri dari:
1.
Perencanaan
Sistem ( Systems Planning )
Perencanaan
sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan
dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk
mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem dapat terdiri dari yaitu: Perencanaan jangka pendek
meliputi periode 1 s.d. 2 tahun dan Perencanaan jangka panjang meliputi periode
sampai dengan 5 tahun. Perencanaan sistem biasanya ditanggani oleh staf
perencanaan sistem; namun jika tidak ada, dapat juga dilakukan oleh departemen sistem.
Proses Perencanaan Sistem dapat
dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu sebagai berikut :
a. Merencanakan
proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem.
b. Menentukan
proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukanoleh komite pengarah.
c. Mendefinisikan
proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh analis sistem.
2.
Analisis Sistem
(System Analysis)
Analisis Sistem merupakan Penguraian
dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,
kesempatan dan hambatan yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan
yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis
dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga
kesalahan di tahap selanjutnya. Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem
hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan
proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya
pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci.
3.
Perancangan
Sistem (Systems Design)
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka
analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan.
Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk
sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan perancangan sistem. Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua
bagian yaitu :
a. Perancangan
sistem secara umum/perancangan konseptual (logikal).
b. Perancangan
sistem terinci (phisik).
Tahap perancangan sistem
mempunyai 2 tujuan utama yaitu :
a.
Untuk memenuhi
kebutuhan kepada pemakai sistem.
b. Untuk memberikan
gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer
dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
4.
Seleksi Sistem
(System Selection)
Tahap seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih
perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi. Tugas ini
membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat
memenuhi kebutuhan rancang-bangun yang akan dilakukan. Pengetahuan yang
dibutuhkan oleh pemilih sistem diantaranya adalah pengetahuan tentang
siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini, cara pemilikannya dsb. Pemilih
sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi untuk menyeleksi sistem. Langkah-langkah menyeleksi dan memilih sistem
:
a.
Memilih penyedia
teknologi.
Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokkan
dalam empat kategori yaitu: perangkat keras yang sifatnya umum, perangkat keras
yang spesifik untuk suatu aplikasi, perangkat lunak yang sifatnya umum, perangkat
lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
b.
Meminta proposal
dari penjual
Jika terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang
mungkin dapat memenuhi kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi
ini akan dipilih, maka pemilih sistem perlu meminta proposal dari semua penyedia
teknologi yang dipilih.
c.
Menyaring
penjual
Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi
semuanya. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi.
Proposal yang tidak memenuhi syarat adalah proposal yang tidak sesuai.
d.
Mengevaluasi
penjual yang lolos saringan
Proposal yang
telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya
dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi. Sebelum itu
perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan dilakukan.
5.
Implementasi sistem (System
Implementation)
Setelah dianalisis dan dirancang secara rinci dan
teknologi telah diseleksi dan dipilih. Tiba saatnya, sistem untuk
diimplementasikan. Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem
supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode
program jika tidak menggunakan paket perangkat lunak aplikasi. Tahap implementasi sistem terdiri dari
langkah-langkah sebagai berikut ini:
a.
Menerapkan
rencana implementasi
Rencana
Implementasi dimaksudkan untuk mengatur biaya dan waktu yang
dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya
yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implementasi perlu dianggarkan dalam bentuk
anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai
pengendalian terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Waktu yang diperlukan
untuk melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam
bentuk skedul waktu. Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu
implementasi.
b.
Melakukan
kegiatan implementasi
Pemilihan dan pelatihan personil, pemilihan tempat dan
instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, pemrograman dan pengetesan
program, pengetesan sistem, konversi sistem.
c.
Tindak lanjut
implementasi
Analis sistem
masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru
diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan
sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan
sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada
pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka
waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.
6. Pemeliharaan Sistem (System Maintenance)
Setelah terbentuk sistem dan
diimplementasikan, diperlukan proses pemeliharaan. Pada tahap pemeliharaan ini
mencakup seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan,
kelancaran dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan. Tahap ini meliputi
kegiatan pemantauan dan kontrol pengoperasian, antisipasi gangguan kecil (bug),
melakukan penyempurnaan yang mungkin terlewatkan, dan antisipasi faktor-faktor
eksternal (virus, kehilangan/kerusakan data, cheating, dll).
B. Pengembangan
Aplikasi
Pengembangan
aplikasi, atau bisa juga disebut sebagai pengembangan software atau
desain software, kerap kali disalah artikan sebagai kegiatan dimana
seorang programmer melakukan coding, sebuah proses penulisan
kode
tetapi sebenarnya yang dimaksud dengan pengembangan aplikasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan dari saat pembuatan konsep aplikasi hingga aplikasi tersebut selesai dan siap digunakan.
tetapi sebenarnya yang dimaksud dengan pengembangan aplikasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan dari saat pembuatan konsep aplikasi hingga aplikasi tersebut selesai dan siap digunakan.
Dalam proses
pengembangan aplikasi terdapat berbagai proses yang perlu dilakukan sebagai
syarat untuk membuat sebuah aplikasi yang telah terancang dengan baik, dan
dikerjakan secara berstruktur. Proses pengembangan aplikasi berdasarkan terdiri
dari 5 tahap utama, walaupun di dalam setiap tahap tersebut terdapat berbagai
fase lainnya yang dapat dijalankan sesuai kebutuhan pengembangan. Tahap
tersebut antara lain : pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan,
penggunaan, dan perawatan. Tahap-tahap tersebut perlu dilakukan,
guna mendapatkan sebuah software yang layak guna dan bertahan lama.
Dalam urutan pelaksanaannya, terdapat berbagai macam model yang biasa digunakan
oleh para pengembang aplikasi, seperti waterfall, spiral, dan agile
software development.
1. Metode Pengembangan Waterfall
Metode pengembangan waterfall, adalah
sebuah metode pengembangan aplikasi dimana fase-fase pengembangan sebuah
aplikasi dilakukan secara berurutan. Dalam metode pengembangan waterfall, setiap
fase harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum beranjak ke fase selanjutnya.
Kelebihan dalam penggunaan metode waterfall ini adalah proses yang
terstruktur, meminimalisasi kemungkanan adanya revisi, maupun perubahan pada
project, sehingga memudahkan pekerjaan dari pengembang. Namum demikian hal
tersebut juga menjadi kekurangan model ini, dikarenakan metode ini
tidak se-fleksibel metode pengembangan lainnya.
| |
Gambar 2.1
Metode pengembangan Waterfall.
2. Metode Pengembangan Spiral
Metode
pengembangan spiral, dikenalkan oleh Barry Boehm pada tahun 1986
melalui artikelnya “A Spiral Model of Software Development and
Enhancement”. Pada metode spiral, pengembangan diawali dengan membuat
sebuah system requirement yang sedetil mungkin, dengan berbagai metode
pengumpulan data seperti : mewawancarai calon pemakai, mendata form yang ada,
dan aspek lain dari sistem tersebut. Langkah selanjutnya adalah membuat desain
awal dari sistem yang baru, dimana sebuah prototipe aplikasi akan dikembangkan
dari desain tersebut.
Gambar 2.2 Metode pengembangan Spiral.
Setiap lingkaran mewakili sebuah proses prototyping, yaitu
membuat sebuah prototipe aplikasi yang dikembangkan. Prototipe tersebut
kemudian akan dievaluasi kelebihan dan kekurangannya. Dari hasil evaluasi
tersebut tim dapat menentukan seperti apa prototipe yang kedua. Begitu terus
berulang hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
Kelebihan dari model ini antara lain progress dari pengembangan software
tersebut dapat dipantau dengan baik, baik oleh tim pengembang maupun pemesan
aplikasi. Metode spiral sebenarnya merupakan metode waterfall, yang
dimana dilakukan secara berulang-ulang, menghasilkan sebuah aplikasi dimana
semua kekurangan dan masalah yang mungkin terjadi akan diantisipasi terlebih
dahulu, dan penambahan fitur pada aplikasi menjadi mungkin.
3. Agile Software Development
Agile Software Development adalah sebuah
grup metodologi-metodologi pengembangan software yang berbasis pada
pengembangan iteratif dimana keperluan dan solusi pengembangan software berubah
terus menerus. Agile Software Development terdiri dari beberapa model
pengembangan seperti SCRUM dan Extreme Programming (XP) yang cukup terkenal di
kalangan para pengembang berbasis Agile.
Agile
software development atau sering hanya disebut “agile” adalah kumpulan dari
metode-metode pengembangan perangkat lunak yang berbasis pada Iterative dan
Incremental Model. Agile memungkinkan mengembangkan perangkat lunak yang
memiliki reequirement yang mudah berubah dengan cepat
C.
Alat
Bantu Pengembangan Sistem
Alat-alat
pengembang system yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Diagram Konteks
Diagram
konteks merupakandiagram yang menggambarkan hubunganantara system dengan
entitas eksternberinteraksial, yaitu entitas yang berada diluar system tetapi
berinteraksi dengan system tersebut. Dimana systemdigambarkan sebagai proses
tunggal. Entitas eksternal dapat berupa sumber asaldatangnya data (source) atau
yang menerima data.
2. DFD
Data
Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggambarkan arus data dan cara
kerja yang dilakukan oleh system. DFD atau Diagram Arus Data digunakan untuk
mempresentasikan system dengan memperlihatkan alirandata ke dan dari system. Diagram
aliran data dapat didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menjelaskan
bagaimana aliran data dari suatu unit logika ke unitlogika yang lainnya.
3. Kamus Data
Kamus
data yaitu catalog fakta tentang data dan kebutuhan informasi darisuatu system
informasi. Dengan kamus data, aliran data dapat mendefinisikan data yang
mengalir di system dengan lengkap. Kamus data dibuat pada analisa system dan
tentang informasi system yang dibutuhkan. Pada tahap perancangan sistem,kamus
data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan data base.
kamus data terdiri atas :
a. Nama arus data
Karena kamus data dibuat berdasarkan
arus data yang mengalir didiagram arus data, maka nama dari arus data juga
harus dicatat dikamus data, sehingga mereka yang membaca diagram arus data
danmemerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tentu didiagram
arus data dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.
b. Alias
Alias atau nama lain dari data dapat
di tuliskan bila nama lain ini ada.Alias perlu ditulis karena data yang sama
mempunyai nama yangberbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang
lainnya.
c. Arus data
Arus data menunjukan darimana data
mengalir dan kemana data akanmenuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di
kamus data supayamemudahkan mencari arus data ini di diagram arus data.
d. Struktur data.
Struktur data menunjukan arus data
yang dicatat di kamus data yangterdiri dari item-item data.
DAFTAR
PUSTAKA


