Senin, 27 Mei 2019

PENGADAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


RESUME

PENGADAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Diajukan untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester
dalam Mata Kuliah Sistem Informasi Manajamen


Disusun Oleh
HANIFAH                             3717074


Dosen Pembimbing:
HABIBATUR RIDHAH, MM

MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI
TAHUN 2019 M / 1440 H










KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT. atas semua rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik tanpa adanya halangan yang melanda. Tak lupa sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW. yang telah menyelamatkan kita dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang.
Resume ini dibuat untuk memenuhi ujian akhir semester mata kuliah sisitem informasi manajemen. Dalam resume ini akan dibahas mengenai “ Pengadaan dan Pengembangan Sistem Informasi”   diharapkan dapat membantu mahasiswa khususnya jurusan Manajemen Bisnis Syariah kelas B sebagai penambah pengetahuan dan pemahaman tentang pengadaan dan Pengembangan Sistem Informasi

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam resume ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan resume ini.

28 Mei 2019

                                                                                                          










KAJIAN TEORI

    A. Tahap-Tahap Pengembangan Sistem 
                     Pengembangan sistem berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Perlunya Pengembangan Sistem Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa :
1.      Ketidakberesan.
2.      Pertumbuhan Organisasi.
3.      Untuk meraih kesempatan (opportunities).
4.      Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
5.      Adanya instruksi-instruksi (directives).
.               Prinsip pengembangan sistem yaitu:
1.      Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal, yang mana Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
a.       Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi terlebih dahulu.
b.      Investasi yang terbaik harus bernilai.
3.      Sistem yang dikembangkan memerlukan ahli/ orang yang terdidik
4.      Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
5.      Jangan takut membatalkan proyek.
6.      Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

Siklus utama Pengembangan Sistem terdiri dari:

1.      Perencanaan Sistem ( Systems Planning )

Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem dapat terdiri dari yaitu: Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 s.d. 2 tahun dan Perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun. Perencanaan sistem biasanya ditanggani oleh staf perencanaan sistem; namun jika tidak ada, dapat juga dilakukan oleh departemen sistem. Proses Perencanaan Sistem dapat dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu sebagai berikut :
a.  Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem.
b.   Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukanoleh komite pengarah.
c.  Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh analis sistem.

2.      Analisis Sistem (System Analysis)

Analisis Sistem merupakan Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan dan hambatan yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.  Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci.

3.      Perancangan Sistem (Systems Design)

Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan perancangan sistem. Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
a. Perancangan sistem secara umum/perancangan konseptual (logikal).
b.     Perancangan sistem terinci (phisik).

Tahap perancangan sistem mempunyai 2 tujuan utama yaitu :
a.       Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
b.     Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

4.      Seleksi Sistem (System Selection)

Tahap seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancang-bangun yang akan dilakukan. Pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemilih sistem diantaranya adalah pengetahuan tentang siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini, cara pemilikannya dsb. Pemilih sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi untuk menyeleksi sistem. Langkah-langkah menyeleksi dan memilih sistem :
a.       Memilih penyedia teknologi.
Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokkan dalam empat kategori yaitu: perangkat keras yang sifatnya umum, perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi, perangkat lunak yang sifatnya umum, perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
b.      Meminta proposal dari penjual
Jika terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi ini akan dipilih, maka pemilih sistem perlu meminta proposal dari semua penyedia teknologi yang dipilih.
c.       Menyaring penjual
Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi semuanya. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi. Proposal yang tidak memenuhi syarat adalah proposal yang tidak sesuai.
d.      Mengevaluasi penjual yang lolos saringan
Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi. Sebelum itu perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan dilakukan.

5.      Implementasi sistem (System Implementation)

Setelah dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan dipilih. Tiba saatnya, sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak menggunakan paket perangkat lunak aplikasi. Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut ini:
a.       Menerapkan rencana implementasi
Rencana Implementasi dimaksudkan untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implementasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk skedul waktu. Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu implementasi.
b.      Melakukan kegiatan implementasi
Pemilihan dan pelatihan personil, pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, pemrograman dan pengetesan program, pengetesan sistem, konversi sistem.
c.       Tindak lanjut implementasi
Analis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.

6.      Pemeliharaan Sistem (System Maintenance)

Setelah terbentuk sistem dan diimplementasikan, diperlukan proses pemeliharaan. Pada tahap pemeliharaan ini mencakup seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan, kelancaran dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan. Tahap ini meliputi kegiatan pemantauan dan kontrol pengoperasian, antisipasi gangguan kecil (bug), melakukan penyempurnaan yang mungkin terlewatkan, dan antisipasi faktor-faktor eksternal (virus, kehilangan/kerusakan data, cheating, dll).


   B.     Pengembangan Aplikasi
Pengembangan aplikasi, atau bisa juga disebut sebagai pengembangan software atau desain software, kerap kali disalah artikan sebagai kegiatan dimana seorang programmer melakukan coding, sebuah proses penulisan kode
tetapi sebenarnya yang dimaksud dengan pengembangan aplikasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan dari saat pembuatan konsep aplikasi hingga aplikasi tersebut selesai dan siap digunaka
n.
Dalam proses pengembangan aplikasi terdapat berbagai proses yang perlu dilakukan sebagai syarat untuk membuat sebuah aplikasi yang telah terancang dengan baik, dan dikerjakan secara berstruktur. Proses pengembangan aplikasi berdasarkan terdiri dari 5 tahap utama, walaupun di dalam setiap tahap tersebut terdapat berbagai fase lainnya yang dapat dijalankan sesuai kebutuhan pengembangan. Tahap tersebut antara lain : pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan, penggunaan, dan perawatan. Tahap-tahap tersebut perlu dilakukan, guna mendapatkan sebuah software yang layak guna dan bertahan lama. Dalam urutan pelaksanaannya, terdapat berbagai macam model yang biasa digunakan oleh para pengembang aplikasi, seperti waterfall, spiral, dan agile software development.

1.      Metode Pengembangan Waterfall
Metode pengembangan waterfall, adalah sebuah metode pengembangan aplikasi dimana fase-fase pengembangan sebuah aplikasi dilakukan secara berurutan. Dalam metode pengembangan waterfall, setiap fase harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum beranjak ke fase selanjutnya. Kelebihan dalam penggunaan metode waterfall ini adalah proses yang terstruktur, meminimalisasi kemungkanan adanya revisi, maupun perubahan pada project, sehingga memudahkan pekerjaan dari pengembang. Namum demikian hal tersebut juga menjadi kekurangan model ini, dikarenakan metode ini tidak se-fleksibel metode pengembangan lainnya.

                                               

Gambar 2.1 Metode pengembangan Waterfall.


2.      Metode Pengembangan Spiral
      Metode pengembangan spiral, dikenalkan oleh Barry Boehm pada tahun 1986 melalui artikelnya “A Spiral Model of Software Development and Enhancement”. Pada metode spiral, pengembangan diawali dengan membuat sebuah system requirement yang sedetil mungkin, dengan berbagai metode pengumpulan data seperti : mewawancarai calon pemakai, mendata form yang ada, dan aspek lain dari sistem tersebut. Langkah selanjutnya adalah membuat desain awal dari sistem yang baru, dimana sebuah prototipe aplikasi akan dikembangkan dari desain tersebut. 
                            Gambar 2.2 Metode pengembangan Spiral.



Setiap lingkaran mewakili sebuah proses prototyping, yaitu membuat sebuah prototipe aplikasi yang dikembangkan. Prototipe tersebut kemudian akan dievaluasi kelebihan dan kekurangannya. Dari hasil evaluasi tersebut tim dapat menentukan seperti apa prototipe yang kedua. Begitu terus berulang hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
Kelebihan dari model ini antara lain progress dari pengembangan software tersebut dapat dipantau dengan baik, baik oleh tim pengembang maupun pemesan aplikasi. Metode spiral sebenarnya merupakan metode waterfall, yang dimana dilakukan secara berulang-ulang, menghasilkan sebuah aplikasi dimana semua kekurangan dan masalah yang mungkin terjadi akan diantisipasi terlebih dahulu, dan penambahan fitur pada aplikasi menjadi mungkin.

             3. Agile Software Development

Agile Software Development adalah sebuah grup metodologi-metodologi pengembangan software yang berbasis pada pengembangan iteratif dimana keperluan dan solusi pengembangan software berubah terus menerus.  Agile Software Development terdiri dari beberapa model pengembangan seperti SCRUM dan Extreme Programming (XP) yang cukup terkenal di kalangan para pengembang berbasis Agile.

Agile software development atau sering hanya disebut “agile” adalah kumpulan dari metode-metode pengembangan perangkat lunak yang berbasis pada Iterative dan Incremental Model. Agile memungkinkan mengembangkan perangkat lunak yang memiliki reequirement yang mudah berubah dengan cepat
 
 
C.    Alat Bantu Pengembangan Sistem
Alat-alat pengembang system yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Diagram Konteks
Diagram konteks merupakandiagram yang menggambarkan hubunganantara system dengan entitas eksternberinteraksial, yaitu entitas yang berada diluar system tetapi berinteraksi dengan system tersebut. Dimana systemdigambarkan sebagai proses tunggal. Entitas eksternal dapat berupa sumber asaldatangnya data (source) atau yang menerima data.
2.      DFD
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggambarkan arus data dan cara kerja yang dilakukan oleh system. DFD atau Diagram Arus Data digunakan untuk mempresentasikan system dengan memperlihatkan alirandata ke dan dari system. Diagram aliran data dapat didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana aliran data dari suatu unit logika ke unitlogika yang lainnya.
3.      Kamus Data
Kamus data yaitu catalog fakta tentang data dan kebutuhan informasi darisuatu system informasi. Dengan kamus data, aliran data dapat mendefinisikan data yang mengalir di system dengan lengkap. Kamus data dibuat pada analisa system dan tentang informasi system yang dibutuhkan. Pada tahap perancangan sistem,kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan data base. kamus data terdiri atas :
a.       Nama arus data
Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir didiagram arus data, maka nama dari arus data juga harus dicatat dikamus data, sehingga mereka yang membaca diagram arus data danmemerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tentu didiagram arus data dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.
b.      Alias
Alias atau nama lain dari data dapat di tuliskan bila nama lain ini ada.Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yangberbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.
c.       Arus data
Arus data menunjukan darimana data mengalir dan kemana data akanmenuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di kamus data supayamemudahkan mencari arus data ini di diagram arus data.
d.      Struktur data.
Struktur data menunjukan arus data yang dicatat di kamus data yangterdiri dari item-item data.













DAFTAR PUSTAKA


2 komentar: